Peta Jalan Penelitian Program Studi S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Tahun 2025–2030
Program
Studi S2 Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (PTK), Sekolah Pascasarjana
Universitas Negeri Surabaya, memiliki peta jalan penelitian tahun 2025–2030
sebagai acuan pengembangan penelitian dosen dan mahasiswa serta pengembangan
keilmuan program studi. Peta jalan ini memberikan arah agar kegiatan penelitian
berlangsung secara terencana, berkesinambungan, dan relevan dengan kebutuhan
pendidikan vokasi, dunia usaha dan dunia industri, serta masyarakat.
Penyusunan peta jalan didasarkan pada analisis tema penelitian tesis mahasiswa tahun 2020–2024, tren penelitian dosen program studi, kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) tahun 2024, visi universitas dan program studi, agenda global pendidikan vokasi, serta kebutuhan pemangku kepentingan.
Payung Penelitian Dosen dan Mahasiswa
Peta jalan
penelitian menjadi payung bagi penentuan tema penelitian dosen, pengembangan
penelitian tesis mahasiswa, serta peluang kolaborasi penelitian sesuai dengan
bidang keahlian dan prioritas program studi. Dengan acuan tersebut, penelitian
dosen dan mahasiswa diarahkan untuk saling mendukung dalam menghasilkan
pengetahuan, model, instrumen, teknologi, dan rekomendasi yang bermanfaat bagi
pendidikan teknologi dan kejuruan.
Keterkaitan penelitian dosen dan mahasiswa dengan peta jalan menjadi dasar untuk membangun kesinambungan riset. Hasil penelitian diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut dan dimanfaatkan sebagai bahan pembelajaran, referensi akademik, dasar pengembangan program, maupun inovasi bagi sekolah vokasi dan mitra industri.
Topik Strategis Penelitian
Peta jalan
penelitian S2 PTK mencakup enam topik strategis berikut.
|
Topik strategis |
Fokus kajian |
|
Smart and Innovative TVET Pedagogy |
Model pembelajaran inovatif, multimedia
vokasional, pembelajaran imersif berbasis VR/AR, dan pembelajaran adaptif. |
|
Industrial & TEFA-Based TVET System |
Teaching Factory, praktik kerja lapangan,
kemitraan industri, dan kurikulum vokasi berbasis kebutuhan industri. |
|
Human Capital and Employability Skills in
TVET |
Pengembangan sumber daya manusia, efikasi
diri, modal psikologis, keterampilan nonteknis, kesejahteraan, dan kerangka
kompetensi. |
|
Entrepreneurial TVET & Creative Industry |
Pendidikan kewirausahaan, UMKM berbasis
vokasi, pendidikan startup, dan pemodelan bisnis. |
|
Evidence-Based TVET Quality System |
Evaluasi program, instrumentasi asesmen
digital, dan pembandingan kebijakan pendidikan vokasi. |
|
Digital & AI-Enhanced TVET Ecosystem |
Literasi kecerdasan buatan, Internet of
Things, komputasi awan, pendidikan berbasis data, dan sistem tutor berbasis
kecerdasan buatan. |
Pendekatan Interdisiplin dan Multidisiplin
Pengembangan
penelitian mempertimbangkan pendekatan interdisiplin dan multidisiplin untuk
menjawab permasalahan pendidikan vokasi yang kompleks. Pendekatan interdisiplin
mengintegrasikan konsep dan metode dari beberapa bidang ilmu dalam satu kajian,
sedangkan pendekatan multidisiplin melibatkan kontribusi beberapa bidang ilmu
sesuai dengan perspektif dan keahliannya.
Keenam
topik strategis tersebut membuka ruang keterhubungan antara ilmu pendidikan,
teknologi dan rekayasa, psikologi, manajemen, kewirausahaan, serta teknologi
informasi. Sebagai contoh arah pengembangan, penelitian pembelajaran berbasis
kecerdasan buatan dapat mengintegrasikan pedagogi vokasional dengan teknologi
informasi. Penelitian Teaching Factory dapat melibatkan pendidikan kejuruan,
teknologi produksi, dan manajemen industri. Sementara itu, penelitian kesiapan
kerja dapat menghubungkan kajian pendidikan, psikologi, dan manajemen sumber
daya manusia.
Tahapan Pengembangan Penelitian
|
Periode |
Arah pengembangan |
|
2025–2026: Penguatan fondasi riset |
Pemetaan kebutuhan penelitian, penyusunan
standar topik tesis, pengembangan metodologi berbasis bukti, digitalisasi
basis data penelitian, serta penelitian eksploratif dan pemodelan awal. |
|
2027–2028: Penguatan riset aplikatif dan
kolaboratif |
Implementasi model, pengembangan prototipe
pembelajaran, uji coba Teaching Factory terintegrasi industri, penelitian
kebijakan, serta perluasan kerja sama penelitian. |
|
2029–2030: Hilirisasi dan keberlanjutan
riset |
Pemanfaatan hasil penelitian melalui
publikasi bereputasi, buku referensi, paten aplikasi pendidikan, rekomendasi
kebijakan, serta pengabdian kepada masyarakat berbasis hasil riset. |
Kontribusi terhadap Pengembangan Keilmuan
Melalui
peta jalan ini, penelitian diarahkan untuk memperkuat pengembangan keilmuan
pendidikan teknologi dan kejuruan yang tangguh, adaptif, inovatif, dan berbasis
kewirausahaan. Kontribusi penelitian mencakup peningkatan kualitas
pembelajaran, penguatan kompetensi dan kesiapan kerja, pengembangan kemitraan
industri, peningkatan mutu pendidikan vokasi, serta pemanfaatan teknologi
digital.
Arah
penelitian juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable
Development Goals), khususnya pendidikan berkualitas, pekerjaan layak dan
pertumbuhan ekonomi, industri dan inovasi, pengurangan kesenjangan, konsumsi
dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan.
Dokumen
Peta Jalan Penelitian
Dokumen lengkap Peta Jalan Penelitian Program Studi S2 Pendidikan Teknologi
dan Kejuruan Tahun 2025–2030 dapat diakses melalui tautan berikut:
[Lihat dan Unduh Dokumen Roadmap Penelitian S2 PTK 2025–2030]