STUDIUM GENERALE: BAHAS IMPLEMENTASI TVET DI MALAYSIA
Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya (SPs Unesa) menyelenggarakan kegiatan Studium Generale dengan topik “Implementation of Technical and Vocational Education and Training (TVET) in Malaysia”, Senin (2/02).
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Madya Ts. Dr. Alias
Bin Masek dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) sebagai
narasumber utama. Studium generale tersebut merupakan bagian
dari Program Equity THE Impact Ranking: Visiting Top Professor 2025–2026
yang bertujuan memperkuat wawasan internasional di bidang pendidikan vokasi.
Acara
tersebut diselenggarakan di Gedung Terpadu Psikologi Olahraga,
tepatnya di Lantai 7, Kampus 2 Unesa, yang beralamat di Jalan Lidah Wetan Surabaya.
Lokasi ini dipilih sebagai tempat
pelaksanaan kegiatan karena
memiliki fasilitas yang
representatif dan mendukung
kelancaran acara. Kegiatan ini berlangsung
sejak pukul 07.00
WIB hingga pukul
12.00 WIB. Rangkaian acara dimulai
pada pagi hari
dengan pembukaan, kemudian
dilanjutkan dengan agenda implementasi TVET
di Malaysia oleh
Prof. Alias Bin Masek.
Acara ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta civitas
akademika SPs Unesa. Kehadiran berbagai unsur akademik tersebut menunjukkan
partisipasi aktif dan dukungan penuh dari lingkungan kampus terhadap
terselenggaranya kegiatan ini.
Dalam pemaparannya, Prof. Alias Bin Masek menjelaskan mengenai kebijakan, strategi, serta praktik terbaik implementasi TVET di Malaysia, termasuk keterkaitannya dengan kebutuhan dunia industri dan penguatan kompetensi lulusan. Melalui kegiatan studium generale ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai sistem pendidikan vokasi di Malaysia serta praktik pengembangan kurikulum TVET yang disesuaikan dengan kebutuhan industri global. Kegiatan tersebut menjadi rujukan akademik bagi pengembangan pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas lulusan yang memiliki kompetensi, kemampuan adaptasi, serta daya saing internasional.
“Pelaksanaan studium generale ini menjadi wadah
pertukaran pengetahuan dan pengalaman internasional antara narasumber dan
peserta terkait pengembangan pendidikan vokasi,” ujar Prof. Dr. Bambang
Yulianto, M.Pd., Direktur SPs Unesa, mengawali sambutan. “Melalui pemaparan
materi dan diskusi akademik, kegiatan ini memberikan gambaran mengenai
penerapan TVET di Malaysia sebagai salah satu rujukan dalam peningkatan mutu
pendidikan vokasi di Indonesia, khususnya dalam menyiapkan lulusan yang
memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan
industri masa kini,” ujar Prof. Alias
dalam pemaparannya. (AW)